Peta Kelurahan Dauh Puri, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar

Kelurahan Dauh Puri berada di Kota Denpasar dengan luas 59,8 Ha. Batas – batas kelurahan ini, Utara: Desa Dangin Puri Kangin, Timur: Desa Dangin Puri Kelod, Selatan: Desa Dauh Puri Kauh dan Desa Dauh Puri Kelod, Barat: Kelurahan Pemecutan.
Topologi Kelurahan Dauh Puri berupa dataran dataran rendah yang dilalui oleh sungai / tukad Badung pada bagian barat dan memiliki kawasan pemukiman seluas 27,09 Ha, kawasan pekarangan seluas 4,44 Ha, kawasan perkantoran  7,75 Ha dan prasarana umum lainnya seluas 20,52 Ha. Kelurahan Dauh Puri memiliki 8 lingkungan yakni Lingkungan Pekambingan, Lingkungan Catur Panca, Lingkungan Pelita Sari, Lingkungan Kartika, Lingkungan Chandra, Lingkungan Wirasatya, Lingkungan Kirana, dan Lingkungan Eka Paksi.


Berikut ini adalah  beberapa link Peta Kelurahan Dauh Puri yang dapat diakses melalui internet:

Peta Original http://www.flickr.com/photos/sapteka/6111212316/

Peta untuk cetak di kertas A4 http://farm7.static.flickr.com/6183/6111212316_11b75d41cc_b.jpg

Semoga bermanfaat.

Mars Karang Taruna dan Dokumentasi Karang Taruna Satya Mahardika Kelurahan Dauh Puri Denpasar

Saat teman-teman di karang taruna memerlukan lagu mars karang taruna, saya berusaha mencari lewat search engine google. Kebanyakan yang diunggah di internet adalah mars karang taruna dalam instrument.  Lalu terpikir oleh saya untuk memuat video mars karang taruna yang dilengkapi dengan teks  sehingga dapat membantu anggota arang taruna untuk melantunkan lagu wajib untuk karang taruna ini. Pembuatan video mars karang taruna ini memerlukan waktu selama 2 hari untuk memadukan gambar hasil dokumentasi humas Karang Taruna Satya Mahardika, Kelurahan Dauh Puri Denpasar dengan lagu mars karang taruna. Beberapa software yang digunakan antara lain Windows Movie Maker, Audacity, Lame for Audacity dan Clone2Go Video Conventer. Silakan akses video dengan format WMV di http://www.youtube.com/watch?v=ROWzim9KaMA sebesar 7,22 MB atau akses video dengan format 3gp di http://www.youtube.com/watch?v=AodFulGLdFo sebesar 3,23 MB.

Lagu Mars Karang Taruna ciptaan Gunadi Said untuk pertama kalinya dikumandangkan saat berlangsungnya Musyawarah Kerja Karang Taruna ( tahun 1975).  Sebuah lagu yang mampu menggugah semangat para pemuda-pemudi indonesia untuk menjadi pejuang yang berkepribadian, berpengetahuan dan terampil, sesuai dengan arti motto Aditya Karya Mahatva Yodha. Salut kepada Bapak Gunadi Said atas lagu mars ini.

Bank Sampah di Kampung Petiles, Banjar Catur Panca, Kelurahan Dauh Puri Denpasar

Kampung Petiles di Kelurahan Dauh Puri Denpasar menyiapkan suatu lokasi bank sampah untuk menampung sampah berupa kertas, karton, serta sampah organik. Acara launching bank sampah ini dihadiri oleh Walikota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, SE., MSi., bersama Sekretaris Kota dan pimpinan SKPD se-Kota Denpasar pada tanggal 25 Februari 2011. Bank sampah ini dikelola oleh I Gede Arya Wardana, alamat jalan Pulau Buru No. 24D, Banjar Catur Panca. Adapun kegiatan dalam area Bank Sampah ini terdapat pembuatan / pengolahan sampah jadi gas metana untuk kompor, pengolahan sampah jadi kompos (composting) serta pembuatan lobang resapan Biopori untuk menghilangkan genangan air/banjir serta konservasi air tanah. Pada saat launching juga disampaikan cara pengolahan sampah untuk menghasilkan gas metana dengan menggunakan beberapa drum yang telah diisi sampah organik rumah tangga. Bank Sampah Kampung Petiles dibangun untuk belajar dan berinvestasi dalam mengelola sampah berbasis masyarakat menuju Kelurahan Dauh Puri yang bersih dan hijau berwawasan budaya. Kegiatan ini didukung oleh Karang Taruna Satya Mahardika Kelurahan Dauh Puri, Kota Denpasar

The Petiles neighborhood of  Dauh Puri in Denpasar City prepared a waste bank location to accommodate the waste in the form of waste paper, cardboard, and organic waste. Waste bank launching event was attended by The Mayor of the City of Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, SE., MSi., together with the Secretary of the City and the officers of SKPD of  Denpasar on February 25, 2011. The waste bank is managed by I Gede Arya Wardana, located on Jalan Pulau Buru No. 24D, Local Community of Catur Panca. The activities in the area of ​​waste bank have manufacturing / processing of waste to produce methane gas for the stove, waste composting and making of holes infiltration Biopori to eliminate stagnant water / flood and to improve ground water conservation. It is also presented the waste processing technique to produce methane gas by using several drums filled with household organic waste. The waste bank of Petiles neighborhood built to learn and invest in community-based waste management towards clean Dauh Puri Village and green oriented culture. This activity is supported by Karang Taruna Satya Mahardika, Dauh Puri Village, Denpasar.

 

 

 

Upacara Ngaben Massal di Kelurahan Dauh Puri Denpasar

Upacara Ngaben Massal

Kelurahan Dauh Puri, Kecamatan Denpasar Barat pada bulan Desember 2009 melaksanakan upacara Ngaben Massal. Menurut Lurah Dauh Puri, Ida Bagus Ketut Atmaja, upacara ini dilaksanakan karena ada keluarga tidak mampu melaksanakan upacara ngaben secara individual. Karena itu warga Kelurahan Dauh Puri dari 13 sanggah merajan melaksanakan upacara ngaben massal. Kegiatan keagaaman ini diikuti oleh 2311 KK dari 8 lingkungan di Kelurahan dauh Puri, yakni : Lingkungan Pekambingan, Catur Panca, Pelita Sari, Eka Paksi, Kirana, Candra, Wirasatya dan Kartika. Selain dapat meminimkan biaya, upacara ngaben massal ini dapat mempererat rasa kekeluargaan. Untuk membantu kegiatan itu, pihaknya mendapat dukungan dana dari operator seluler PT Telkomsel.

Waroeng Vegetarian di Djokdja – Vegetarian Restaurant in Yogyakarta – La Restaurant Végétarien à Yogyakarta

Kalaoe Toean dan Poean ada di Djokdja, djangan loepa oentoek mampir ke waroeng Milas di Djalan Prawirotaman IV Nomor 127B Djokdja. Antjer-antjer posisinja dari arah oetara, toean lewat Djalan Parangtritis sampai dekat Hotel Matahari. Laloei hotel ini sekitar 100 meter dan di sebelah kiri djalan toean akan dapatken Djalan Prawirotaman IV. Sementara djika toean datang dari selatan Djalan Parangtritis, tjarilah BNI di sebelah kiri djalan dan diseberangnja adalah Djalan Prawirotaman IV. Masoeklah ke djalan ketjil ini sekitar 100 m dan Waroeng Milas ada di sebelah kiri. Tjiri-tjirinja adalah pintoe masoek jang khas seperti gambar berikoet.

Waroeng ini soenggoeh aseri dengan bangoenan oetama terboeat dari bamboe aseli beserta keboen dan kolam ikan dengan air mantjoer. Soeasananja seperti di pedesaan. Tempatnja tjotjok sekali oentoek menghilangken rasa penat. Toean dan Poean silahken doedoek lesehan di salah satoe pondok jang ada. Waroeng ini dibuka setiap Hari Selasa – Joemat pada poekoel 15.00 – 21.00 WIB, Hari Sabtu – Minggu pada poekoel 12.00 – 21.00 WIB. Tatapi pada Hari Senin, waroeng ini toetoep.

Disini joega ada perpoestakaan jang menjediaken koleksi boekoe lebih dari 10 bahasa dan roeang bermain oentoek anak-anak. Siapa sadja jang tinggal di Djokdja, baik orang asing maoepoen warga lokal dapat mendjadi anggaoeta. Toejoean dari perpoestakaan Milas ini adalah oentoek menjediaken soember-soember boekoe dalam bidang sosial, kesehatan, lingkoengan dan pendidikan agar dapat didjangkaoe dan diakses dengan bebas oleh pembaca.

Sambil menoenggoe hidangan, toean dan poean dapat membatja koran, madjalah jang tersedia, sementara anak-anak dapat bermain di roeang bermain. Permainan jang digoenaken sebahagian besar terboeat dari kajoe dan meroepaken permainan edoekatif seperti Scrabbel, Stratego dan jang lainnja.

Di Waroeng Milas tersedia berbagai masakan vegetarian Indonesia maoepoen Barat jang diboeat dari bahan lokal dan organiek serta tidak menggoenaken MSG ataoe penjedap makanan instant. Semoea bahan disiapken dalam keadaan masih segar. Saoes tomat, mayonnaise dan selai diboeat sendiri di dapoer Milas.  Makanan keloearga yang baik oentoek kesehatan. Mengenai harga, oentoek masakan Indonesia ataoe Barat berkisar 15 sampai 17,5 riboe roepiah sadja, oentoek minoem air poetih es, toen tjoekoep bajar 1000 roepiah, sementara djika ingin minoem juice, kisaran harga sekitar 5000 sampai 8000 roepiah.  Toean dan Poean dapat tjoba berbagai matjam masakan vegetarian disini.

Mari kita mendjadi vegetarian oentoek membangoen kesadaran hidoep sehat dan kesadaran lingkoengan.

BeVeg, Go Green and Save The Planet.

Ditoelis oleh Sapteka, http://www.sapteka.net

Si Monsieur et Madame dans Yogyakarta, n’oubliez pas venir au restaurant Milas dans la rue Prawirotaman IV no. 127B Yogyakarta. Si vous arrivez à la rue Parangtritis par le nord, vous cherchez l’hôtel Matahari. Continuer 100 mètres au sud et vous trouverez la rue Prawirotaman IV sur la gauche. Mais, si vous arrivez à la rue Parangtritis par le sud, vous trouverez BNI sur la gauche. Vous traversez et vous trouvez la rue Prawirotaman IV. La porte du restaurant Milas, comme indiqué ci-dessous.

Il s’agit d’un beau restaurant avec le bâtiment principal est en bambou véritable et le jardin et étang avec une fontaine. L’ambiance est comme dans les campagnes. Parfait pour éliminer la sensation de fatigue. Monsieur et Madame s’il vous plaît s’asseoir les jambes croisées dans la cabane bambou. Le restaurant est ouvert tous les jours Mardi – Vendredi de 15:00 à 21:00, samedi – dimanche de 12:00 à 21:00. Mais lundi, le restaurant est fermé.

En attendant le repas, Monsieur et Madame peut lire les journaux ou magazines qui sont disponibles, tandis que les enfants peuvent jouer dans la salle de jeux. Jeux utilisés principalement en bois et les jeux éducatifs comme Scrabbel, Stratego, etc.

Milas restaurant offre une variété de cuisines végétariennes de l’Indonésie et l’Occident a également fait de matériaux locaux et organiques et n’utilisez pas de MSG ou des arômes alimentaires instantanés. Tous les ingrédients dans des plats préparés frais. Sauce tomate, mayonnaise et de la confiture fait maison dans la Milas cuisine. Le repas en famille, c’est bon pour la santé. En ce qui concerne le prix, a la cuisine Indonésie ou à la cuisine occidentale varie de 15 à 17,5 mille rupiah seulement, pour boire de l’eau glacée, alors que si vous voulez boire un jus, fourchette de prix autour de 5000 à 8000 rupiah. Monsieur et Madame pouvez essayer une variété de plats végétariens ici.

Laissez-nous devenir végétarien pour faire connaître le mode de vie sain et la sensibilisation environnementales.

Etre Végétarien, Allez Le Vert et Sauvez La Planète.

écrit par sapteka, http://www.sapteka.net

Pemilu Presiden 2009 di Kelurahan Dauh Puri Denpasar Bali

Panitia Pemungutan Suara (PPS) Dauh Puri pada tanggal 7 Juli 2009 telah mengirimkan logistik pemilu kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sekelurahan Dauh Puri.  Seluruh dokumen telah dimasukkan ke kotak suara. Pengangkutan kotak suara dilakukan menggunakan kendaraan roda empat yang dikawal oleh petugas  keamanan. Setelah berkeliling selama 2 jam, tugas pendistribusian logistik pemilu usai dilaksanakan.

Hari ini tanggal 8 Juli 2009, Warga Kelurahan Dauh Puri, Kecamatan Denpasar Barat menyontreng di TPS lingkungan masing-masing. Di Kelurahan Dauh Puri terdapat 13 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Adapun Nama dan Lokasi TPS tersebut yakni:

TPS 01 Kirana – SD No. 15 Dauh Puri Jl. Slamet Riyadi I Denpasar

TPS 02 Wirasatya – SD No. 15 Dauh Puri Jl. Slamet Riyadi I Denpasar

TPS 03 Chandra – SD No. 15 Dauh Puri Jl. Slamet Riyadi I Denpasar

TPS 04 Kartika – SD No. 15 Dauh Puri Jl. Slamet Riyadi I Denpasar

TPS 05 Eka Paksi – SD No. 15 Dauh Puri Jl. Slamet Riyadi I Denpasar


TPS 06 Pekambingan – Banjar Pekambingan Jl. P. Buru III Denpasar

TPS 07 Pekambingan – Banjar Pekambingan Jl. P. Buru III Denpasar

TPS 08 Lingkungan Pekambingan – Jaba Griya Kediri Jl. Diponegoro Denpasar


TPS 09 Lingkungan Pekambingan – Jl. P. Buru I Denpasar


TPS 10 Catur Panca – Banjar Catur Panca Jl. Nusakambangan Denpasar


TPS 11 Lingkungan Catur Panca – Belakang Sepatu Sinar Terang Jl. Diponegoro Denpasar

TPS 12 Pelita Sari – Banjar Pelita Sari Jl. Teuku Umar Gang Maruti Denpasar


TPS 13 Lingkungan Pelita Sari – Jl. Maluku Denpasar

Tanggal 8 Juli 2009 merupakan hari pemilihan  umum presiden. KPPS sekelurahan Dauh Puri telah bersiap di TPS masing-masing pada jam 07.00 WITA. Selama satu jam KPPS melakukan persiapan awal pemungutan suara.  Tepat pukul 08.00 WITA dimulai acara Rapat Pemungutan Suara yang dilanjutkan dengan pengucapan sumpah atau janji anggota KPPS dan petugas keamanan TPS, membuka kotak suara, mengeluarkan seluruh isi kotak suara,  mengidentifikasi dan menghitung jumlah setiap jenis dokumen dan peralatan, memeriksa keadaan seluruh surat suara, nemperlihatkan kepada pemilih dan saksi yang hadir bahwa kotak suara benar-benar telah kosong, kemudian menutup kembali dan mengunci kotak suara serta meletakkannya ditempat yang telah ditentukan, dan memperlihatkan kepada pemilih dan saksi yang hadir bahwa sampul yang berisi surat suara Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden masih dalam keadaan tersegel. Setelah semua prosedur ini dilakukan, KPPS mulai memanggil pemilih untuk menyontreng.

Setelah pukul 13.00 WITA, KPPS menghentikan pemungutan suara dan mempersiapkan penghitungan suara. TPS pun diatur sedemikian rupa agar proses penghitungan suara dilakukan baik dan jelas disaksikan oleh para saksi dan pengawas lapangan.

KPPS yang bertugas di TPS 01 hingga 05 di SD 19 Dauh Puri menempelkan form C2 ukuran besar (plano) di papan tulis kelas.

Sementara KPPS yang bertugas di TPS 06 hingga 13 menempatkan form  C2 plano di tembok atau di papan lainnya.

Usai menghitung suara, seluruh KPPS mengumpulkan kembali logistik Pemilu Presiden ke PPS Kelurahan Dauh Puri. Rekapitulasi data dilaksanakan oleh PPS hingga pukul 17.00 WITA. Logistik Pemilu selanjutkan diserahkan oleh PPS kepada PPK Kecamatan Denpasar Barat dengan dikawal oleh petugas keamanan.


Akhirnya berakhir sudah tugas kami selaku Panitia Pemungutan Suara (PPS)  menyelenggarakan Pemilu Presiden di  Kelurahan Dauh Puri.

Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Lurah Dauh Puri dan seluruh warga Kelurahan Dauh Puri atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan guna menyukseskan Pemilu Presiden 2009.


Oleh Sapteka : http://www.sapteka.net

Kelurahan Dauh Puri Celebrate The Indonesia Independence Day

Lot of work to do in this month. The village or Kelurahan Dauh Puri
of Denpasar Bali celebrate the 63th anniverary of Indonesia
Independence Day on August 18, 2008 with Torch Festival and Bamboo Climbing
events .

The Torch Festival started at 19.00 pm on August 16. During the event, the
people walked around the Kelurahan area and carried a bamboo torch start from
Buru Street to Diponegoro Street, Hasanudin Street, Mayjen Sutoyo Street, PB.
Sudirman Street, Yos Sudarso Street, Diponegoro Street, Nusakambangan Street
and finish at Kelurahan Office. At the end of the festival, a lot of
door prizes given by bussinessmen and companies in Dauh Puri were drawn. The
poeple were very happy when they got some umbrellas, bags, shoes, DVD Player,
Television Set and many other things and left the Kelurahan Office at
about 10.00 pm.

After supper, we continued our work to to prepare the Bamboo Climbing event.
Two bamboo poles were brought from Kelurahan Office to Tragia Area. The
bamboos were carried by Pecalang Trijaga Mandala. At Tragia Area we started to
dig a hole for bamboo position and tied the gift on bamboo. Each bamboo has 24
black plastic bags of gift. It was a hard work for Pecalang Trijaga Mandala to
dig some holes at Tragia Area. We found no problem at the first dig and the
bamboo pole was succesfully erected. But not for the second one. We failed to
dig a hole for the second bamboo due to stonelike building material laid under
the soil. It could be from the ex building of a jail before the Tragia Shopping
Centre was built. We moved to another position and start to dig but failed
again……. At the fifth position we succesfully dig a hole for the second
bamboo. Thanks to Pecalang Trijaga Mandala for their help.
On August 17, at 10.00 pm the people came to Bamboo Climbing event. There
were some groups of youth prepared to climb the bamboos. It was not easy to do
since both bamboss has been with filled with oil! The oily bamboo surface often
caused the climbers sliding down and made the event full of joy. After some
trials the climbers are able to reach the top of bamboo pole and to drop down the
gifts….

Happy Anniversary of Indonesia Independence Day.

By Sapteka from Bali Island, http://www.sapteka.net