STUDI BANDING LABORATORIUM (KUNJUNGAN DOSEN JTE PNB KE PROGRAM STUDI DIPLOMA IV TEKNIK LISTRIK JTE PNUP)


Studi Banding ini dilaksanakan pada tanggal 7-9 Desember 2016 dengan pelaksana sebanyak 4 (empat) orang dosen Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bali yakni: Kadek Amerta Yasa, ST, MT; I Gusti Putu Arka, ST, MT; I Made Purbhawa, ST, MT dan Dr. Anak Agung Ngurah Gde Sapteka. Studi Banding ini berlokasi di Program Studi Diploma IV Teknik Listrik, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Sulawesi Selatan dengan maksud untuk memperoleh informasi mengenai peralatan laboratorium dan pelaksanaan praktikum di D IV Teknik Elektro, Politeknik Negeri Ujung Pandang. Informasi tentang peralatan laboratorium dan pelaksanaan praktikum ini diperlukan untuk mempersiapkan Jurusan Teknik Elektro (JTE), Politeknik Negeri Bali (PNB) dalam melaksanakan Program Studi Diploma IV Teknik Otomasi yang akan dilaksanakan pada Tahun Ajaran 2017/2018.

Berangkat studi banding bersama Kadek Amerta Yasa, I Gusti Putu Arka dan I Made Purbhawa.

Perjalanan ke lokasi Studi Banding dilakukan melalui jalur udara dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali menuju Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin di Maros, Sulawesi Selatan yang ditempuh selama 1 jam 15 menit.

Kunjungan Studi Banding Dosen Teknik Elektro Politeknik Negeri Bali ke Politeknik Negeri Ujung Pandang

Setiba di Kota Makassar (Ujung Pandang), selanjutnya pelaksana mempersiapkan diri dan tinggal di Hotel Swiss-BelHotel Makassar sebelum menuju ke Politeknik Negeri Ujung Pandang yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan. Lokasi kampus Politeknik Negeri Ujung Pandang berada dalam satu area dengan kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) mengingat sejarah pendiriannya merupakan bagian dari Unhas pada tahun 1987 dengan nama Politeknik Universitas Hasannudin, yang selanjutnya berdiri sendiri pada tahun 1996/1997 dengan nama Politeknik Negeri Ujung Pandang. Politeknik ini memiliki 2 buah kampus, yaitu Kampus I Tamalanrea dan Kampus II BTP. Kampus I terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 10, sedangkan Kampus II terletak di Jl. Tamalanrea Raya (BTP). Pada saat ini, Kampus II Politeknik Negeri Ujung Pandang masih dalam tahap proses pembangunan.Kami sebagai pelaksana studi banding diterima oleh Ibu Dr. Hafsah Nirwana, Ketua Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP). Beliau menjelaskan bahwa Teknik Elektro PNUP memiliki 6 Program Studi yang terdiri dari 3 Program Studi D IV dan 3 Program Studi D III yakni:

  • D IV Teknik Listrik,
  • D IV Teknik Komputer & Jaringan,
  • D IV Teknik Multimedia & Jaringan,
  • D III Teknik Listrik,
  • D III Teknik Telekomunikasi,
  • D III Teknik Elektronika.

Ketua Jurusan  juga memperkenalkan kami kepada para Ketua Program Studi di lingkungan Jurusan Teknik Elektro PNUP. Pada acara ramah tamah ini dilakukan pertukaran cenderamata.

Studi Banding ke Diploma IV Teknik Elektro Politeknik Negeri Ujung Pandang. Tukar menukar cenderamata dengan Ibu Kajur Teknik Elektro, Dr Hafsah Nirwana. Bersama Kadek Amerta Yasa, I Gusti Putu Arka dan I Made Purbhawa.

Program Studi Diploma IV Teknik Listrik PNUP secara resmi berdiri sejak tanggal 24 Januari 2011 berdasarkan SK Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional No : 24/D/O/2011. Adapun hal yang melatarbelakangi penyelenggaraan Program Diploma IV Teknik Listrik di Politeknik Negeri Ujung Pandang sebagai berikut: Banyaknya permintaan pasar terhadap karyawan yang lulus dengan kualifikasi   kompetensi bidang teknik listrik dengan level diploma IV; Belum adanya institusi pendidikan di Kawasan Timur Indonesia yang melaksanakan jalur pendidikan vokasi program diploma IV bidang teknik listrik; Adanya masalah krisis energi listrik di Kawasan Timur Indonesia terutama Sulawesi Selatan yang sangat membutuhkan tenaga engineer Teknik Listrik; Keputusan menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor : 2052/K/40/MEM/2001 tentang standarisasi kompetensi ketenagalistrikan; Sudah terlaksananya MOU antara Politeknik Negeri Ujung Pandang dengan stakeholder di antaranya PT PLN (Persero) Wilayah SULSELRABAR, IATKI Wilayah SULSELRABAR, PT Semen Tonasa.

Untuk mendukung pelaksanaan perkuliahan D IV Program Studi Teknik Listrik, telah disiapkan beberapa laboratorium di lokasi Kampus I dan Kampus II. Adapun laboratorium yang tersedia antara lain:

1. Laboratorium Mesin-Mesin Listrik.
2. Laboratorium Otomasi Industri.
3. Laboratorium Sistem Tenaga Listrik.
4. Laboratorium Pengukuran Dasar.
5. Laboratorium Elektronika Digital dan Mikrokontroler.
6. Laboratorium Tegangan Menengah.
7. Bengkel Mekanik.
8. Bengkel Instalasi Tenaga Listrik.

Transmission and Distribution Line Model

Mesin Boiler di Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Ujung Pandang

Dokumentasi kunjungan dapat diakses melalui link https://www.flickr.com/photos/sapteka/albums/72157674324182704

Laporan Studi Banding dalam format pdf dapat diakses melalui link

Laporan Pelaksanaan Studi Banding Laboratorium di Jurusan Teknik Elektro (JTE) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP)

atau link berikut
https://drive.google.com/file/d/0B3EJmXc11M2Oc1k5UGdCUkFBYkk/view?usp=sharing

 


 

Advertisements

Cerita Tentang Pembuatan Peta Politeknik Negeri Bali (PNB)

Sebulan yang lalu saya ingin membuat peta digital Politeknik Negeri Bali (PNB) yang benar-benar baru dan berbeda. Tapi apa boleh buat, para guru besar memberi tugas-tugas harus didahulukan untuk dikerjakan. Saya juga diminta ke Denpasar untuk membantu Karang Taruna Satya Mahardika dalam lomba karang taruna kota Denpasar. Selain itu diperlukan banyak waktu ke PNB untuk melaporkan Penugasan Kembali serta mengajukan ijin Tugas Belajar S3 di Universitas Indonesia (UI). Sekembalinya ke Jakarta, kampus UI memberikan semangat baru untuk menyelesaikan peta ini. Sebagai mahasiswa S3 Teknik Elektro, saya memperoleh ruangan kerja tersendiri yang tenang, full ac, dengan dukungan koneksi internet kampus berkecepatan tinggi yang mampu mengakses berbagai jurnal internasional, bertempat di Gedung Engineering  Center FTUI . Pada ruangan ini juga disediakan water dispenser beserta teh, gula, dan kopi. Sungguh nyaman untuk berpikir dan bekerja dalam waktu lama. Kami menyebutnya ruang KD (Kandidat Doktor). Peta ini dibuat selama beberapa hari di ruang KD dengan konsekuensi pulang ke tempat kost yang semakin malam. Untunglah ada teman-teman yang bisa diajak pulang malam bersama, mengingat bis kuning UI, kendaraan dinas saya di UI, hanya beroperasi hingga pukul 21.00 WIB. Pernah saya merenung di ruang KD membayangkan selama belasan tahun saya bekerja sebagai di PNB, tidak juga dapat ruangan untuk bekerja  secanggih ini. Mungkin karena itu saya jadi jarang ke PNB dan lebih suka kerja sosial. Di Bali, kegiatan sosial kemasyarakatan sangat menarik bagi saya, sehingga saya pernah menjadi prajuru Banjar Catur Panca, lalu pernah ditugaskan sebagai pangemong Pura Jlih Lambih Pekambingan, serta juga dulu pernah aktif mengurus pecalang Tri Jaga Mandala, dan sekarang masih menjabat bendahara LPM Kelurahan Dauh Puri.  Aneh memang, karena sudah jelas pekerjaan sosial ini, PRnya banyak, tapi Rpnya sedikit. Malah sering harus keluar dari kantong sendiri. Lho, katanya cerita tentang Pembuatan Peta PNB, kenapa malah cerita  begini-begitu? Singkat cerita, setelah mencoba dengan berbagai cara, peta digital ini berhasil saya selesaikan walaupun masih perlu disempurnakan mengingat ada beberapa ruangan dan gedung di PNB yang hingga saat ini belum pernah saya kunjungi. Hasilnya dapat dilihat melalui link ini:

Link ke Peta Politeknik Negeri Bali

Mohon maaf jika ada bagian tulisan ini yang tidak berkenan di hati. Semoga peta ini bermanfaat untuk mengenalkan PNB kepada masyarakat melalui media internet.

Terima kasih kepada Dewa Gede Agus Tri Putra dan Fajar Surya Herlambang yang telah melengkapi informasi untuk peta  PNB ini. Juga untuk teman-teman yang telah melewati waktu bersama di Ruang KD, Gedung Engineering  Center FTUI.

Salam hormat saya kepada seluruh civitas akademika Politeknik Negeri Bali,

Anak Agung Ngurah Gde Sapteka.

Link ke Peta Politeknik Negeri Bali

—————————————————-0OOO0—————————————————-

di bawah ini merupakan space iklan yang diisi secara otomatis oleh WordPress, bukan oleh saya…Terima kasih WordPress.

Jeroning Ancak Saji

This post is part of  Site Map of Puri Denpasar.

Jeroning Ancak Saji (read je – ro – nïng än – cäk sä – jï) was the first yard of the palace. There were 4 units of Bale (read Bä – lé) here, 1 unit of well, and 1 unit of high building at south-west Corner called Panggungan (read päng – gung – än). The Panggungan was equipped with some steps made from stone. The King or Cokorda (read Co – kor- de) usually went to Panggungan in the evening to watch the cockfighting, and the people who pass the road. The position was very strategic because it was located at the corner of the cross road to Kesiman, Sanur, Sesetan and Pamecutan. It’s also near from marketplace. So, at that time, Panggungan was one of many favourite places for Cokorda Denpasar to visit.

The picture below described the layout of Jeroning Ancak Saji. The area was about 46.50 m by 45.50 m.  At north, there was an entrance gate to Taman Narmada. At east, there was an entrance gate (Sawangan Kembar) to Loteng Pesanggrahan.

Site Map of Puri Denpasar in Year 1906

Puri (read pu – rï) means balinese palace where the king and his family lives and rules his kingdom. Denpasar (read Den – pä – sär) is one of many kingdoms in Bali. So, Puri Denpasar means the palace of the king of Denpasar. It was located in the centre of Denpasar City. It was? Yes, because this old Puri was destroyed by Dutsch while they conquer the Kingdom of Denpasar in year 1906. Now in this site has been built as the residential of Governor of Bali in Surapati Street, Denpasar, Bali.

The Puri Denpasar has 171 meters length and 158 meters width. It has a thick wall, about 1,5 meters and 6 meters height. To enter the Puri, there are two dignified gates at west and south side of it. Inside it, the yards are separated by walls.The buildings were built from stones. Many of them have their own verandah. A lot of buildings in this palace and also a beautiful park called Taman Narmada.


Do you want to see and have more information about Puri Denpasar? Click here to enter the entrance gate.

My Internet Connection, Telkomspeedy

Telkomspeedy is an internet connection service using Asymetric Digital Subscriber Line (ADSL) technology provided by Telkom Indonesia. The ADSL technology ables automatically connect ADSL modem to server using Telkom telephone line. An ADSL modem provided with a splitter which enables costumer to make or receive phone call when Internet connection is active.

I have been using Telkomspeedy since December, 2007. I remember,  it was a slow ADSL connection. Sometimes, it made me hungry and angry when I used it to browse.  Usually  it was only 7 KB/sec to download using Mozilla Firefox at home. When I visited the promo at Telkom Building located at Jalan Teuku Umar, Denpasar, the browser showed only 3 to 4 KB/sec…. Well, It was a hard time for the salesman to sell Telkomspeedy since it was too slowwwwww. But I agreed to subscribe because Telkom is an Indonesian State-Owned Company.

One day in August 2008, a staff of Telkomspeedy called me and she asked me about Telkomspeedy service and said on behalf of PT Telkom she thanked me to use Telkomspeedy connection. I taught, it just a lip service since I usually called Telkomspeedy costumer care when the connection down. But I felt something different when I downloaded an open source flight simulator from FlightGear. The Telkomspeedy is faster than before…. The browser shows 42.6 KB/sec at 8.00 am using Prolink H9200J ADSL modem. Never since I described the connection I have got this speed. Yes, it is true and I never call 147 (the phone number to report or complaint about Telkomspeedy where I never spoke softly) again.

Telkomspeedy 42.6 KB/sec

Telkomspeedy is downloading at 42.6 KB/sec

Now I am enjoy watching video from internet with Telkomspeedy. Thanks for the service.

By Sapteka, http://www.sapteka.net

Kelurahan Dauh Puri Celebrate The Indonesia Independence Day

Lot of work to do in this month. The village or Kelurahan Dauh Puri
of Denpasar Bali celebrate the 63th anniverary of Indonesia
Independence Day on August 18, 2008 with Torch Festival and Bamboo Climbing
events .

The Torch Festival started at 19.00 pm on August 16. During the event, the
people walked around the Kelurahan area and carried a bamboo torch start from
Buru Street to Diponegoro Street, Hasanudin Street, Mayjen Sutoyo Street, PB.
Sudirman Street, Yos Sudarso Street, Diponegoro Street, Nusakambangan Street
and finish at Kelurahan Office. At the end of the festival, a lot of
door prizes given by bussinessmen and companies in Dauh Puri were drawn. The
poeple were very happy when they got some umbrellas, bags, shoes, DVD Player,
Television Set and many other things and left the Kelurahan Office at
about 10.00 pm.

After supper, we continued our work to to prepare the Bamboo Climbing event.
Two bamboo poles were brought from Kelurahan Office to Tragia Area. The
bamboos were carried by Pecalang Trijaga Mandala. At Tragia Area we started to
dig a hole for bamboo position and tied the gift on bamboo. Each bamboo has 24
black plastic bags of gift. It was a hard work for Pecalang Trijaga Mandala to
dig some holes at Tragia Area. We found no problem at the first dig and the
bamboo pole was succesfully erected. But not for the second one. We failed to
dig a hole for the second bamboo due to stonelike building material laid under
the soil. It could be from the ex building of a jail before the Tragia Shopping
Centre was built. We moved to another position and start to dig but failed
again……. At the fifth position we succesfully dig a hole for the second
bamboo. Thanks to Pecalang Trijaga Mandala for their help.
On August 17, at 10.00 pm the people came to Bamboo Climbing event. There
were some groups of youth prepared to climb the bamboos. It was not easy to do
since both bamboss has been with filled with oil! The oily bamboo surface often
caused the climbers sliding down and made the event full of joy. After some
trials the climbers are able to reach the top of bamboo pole and to drop down the
gifts….

Happy Anniversary of Indonesia Independence Day.

By Sapteka from Bali Island, http://www.sapteka.net

Kite Flying in Sanur Beach

On June 08, 2008, Rama and Krisna bought a new kite at Ketut Sumitha’s shop. The shop is located at Nusakambangan Street, in front of Erlangga Art Shop, Denpasar, Bali. They chose Be-bean type kite (a “fish”-form traditional kite). The kite was made from plastic with bamboo stick frame and it cost Rp 7,000. It was not a big one, but they didn’t know where to fly it. I told them to fly it in Sanur Beach since the wind was strong enough to fly the kite. They agreed to go to the beach and asked me to accompany them.

Sanur Beach has some entry points. We decided to enter the beach via Pantai Karang Street. Pantai Karang (Karang Beach) is our favorite place to visit in Sanur Beach. The Honorary Consulate of Hungary is also located in this street. We love this beach since it has a sea wave barrier, make it safe for us to swim. There is also a changing room with shower here.

Rama and I were swimming for a while at the beach while Krisna flews the kite alone. Krisna made a pivot string for kite and then he flew it easily since the wind was strong and its exact pivot point. The kite moved to left and right with balance. We loved to see our kite flying.

Well, I think Sanur Beach is also a good place for kite flying and Ketut Sumitha is a good kite maker.

By Sapteka, http://www.sapteka.net