Cerita Tentang Pembuatan Peta Politeknik Negeri Bali (PNB)

Sebulan yang lalu saya ingin membuat peta digital Politeknik Negeri Bali (PNB) yang benar-benar baru dan berbeda. Tapi apa boleh buat, para guru besar memberi tugas-tugas harus didahulukan untuk dikerjakan. Saya juga diminta ke Denpasar untuk membantu Karang Taruna Satya Mahardika dalam lomba karang taruna kota Denpasar. Selain itu diperlukan banyak waktu ke PNB untuk melaporkan Penugasan Kembali serta mengajukan ijin Tugas Belajar S3 di Universitas Indonesia (UI). Sekembalinya ke Jakarta, kampus UI memberikan semangat baru untuk menyelesaikan peta ini. Sebagai mahasiswa S3 Teknik Elektro, saya memperoleh ruangan kerja tersendiri yang tenang, full ac, dengan dukungan koneksi internet kampus berkecepatan tinggi yang mampu mengakses berbagai jurnal internasional, bertempat di Gedung Engineering  Center FTUI . Pada ruangan ini juga disediakan water dispenser beserta teh, gula, dan kopi. Sungguh nyaman untuk berpikir dan bekerja dalam waktu lama. Kami menyebutnya ruang KD (Kandidat Doktor). Peta ini dibuat selama beberapa hari di ruang KD dengan konsekuensi pulang ke tempat kost yang semakin malam. Untunglah ada teman-teman yang bisa diajak pulang malam bersama, mengingat bis kuning UI, kendaraan dinas saya di UI, hanya beroperasi hingga pukul 21.00 WIB. Pernah saya merenung di ruang KD membayangkan selama belasan tahun saya bekerja sebagai di PNB, tidak juga dapat ruangan untuk bekerja  secanggih ini. Mungkin karena itu saya jadi jarang ke PNB dan lebih suka kerja sosial. Di Bali, kegiatan sosial kemasyarakatan sangat menarik bagi saya, sehingga saya pernah menjadi prajuru Banjar Catur Panca, lalu pernah ditugaskan sebagai pangemong Pura Jlih Lambih Pekambingan, serta juga dulu pernah aktif mengurus pecalang Tri Jaga Mandala, dan sekarang masih menjabat bendahara LPM Kelurahan Dauh Puri.  Aneh memang, karena sudah jelas pekerjaan sosial ini, PRnya banyak, tapi Rpnya sedikit. Malah sering harus keluar dari kantong sendiri. Lho, katanya cerita tentang Pembuatan Peta PNB, kenapa malah cerita  begini-begitu? Singkat cerita, setelah mencoba dengan berbagai cara, peta digital ini berhasil saya selesaikan walaupun masih perlu disempurnakan mengingat ada beberapa ruangan dan gedung di PNB yang hingga saat ini belum pernah saya kunjungi. Hasilnya dapat dilihat melalui link ini:

Link ke Peta Politeknik Negeri Bali

Mohon maaf jika ada bagian tulisan ini yang tidak berkenan di hati. Semoga peta ini bermanfaat untuk mengenalkan PNB kepada masyarakat melalui media internet.

Terima kasih kepada Dewa Gede Agus Tri Putra dan Fajar Surya Herlambang yang telah melengkapi informasi untuk peta  PNB ini. Juga untuk teman-teman yang telah melewati waktu bersama di Ruang KD, Gedung Engineering  Center FTUI.

Salam hormat saya kepada seluruh civitas akademika Politeknik Negeri Bali,

Anak Agung Ngurah Gde Sapteka.

Link ke Peta Politeknik Negeri Bali

—————————————————-0OOO0—————————————————-

di bawah ini merupakan space iklan yang diisi secara otomatis oleh WordPress, bukan oleh saya…Terima kasih WordPress.

Jeroning Ancak Saji

This post is part of  Site Map of Puri Denpasar.

Jeroning Ancak Saji (read je – ro – nïng än – cäk sä – jï) was the first yard of the palace. There were 4 units of Bale (read Bä – lé) here, 1 unit of well, and 1 unit of high building at south-west Corner called Panggungan (read päng – gung – än). The Panggungan was equipped with some steps made from stone. The King or Cokorda (read Co – kor- de) usually went to Panggungan in the evening to watch the cockfighting, and the people who pass the road. The position was very strategic because it was located at the corner of the cross road to Kesiman, Sanur, Sesetan and Pamecutan. It’s also near from marketplace. So, at that time, Panggungan was one of many favourite places for Cokorda Denpasar to visit.

The picture below described the layout of Jeroning Ancak Saji. The area was about 46.50 m by 45.50 m.  At north, there was an entrance gate to Taman Narmada. At east, there was an entrance gate (Sawangan Kembar) to Loteng Pesanggrahan.

Site Map of Puri Denpasar in Year 1906

Puri (read pu – rï) means balinese palace where the king and his family lives and rules his kingdom. Denpasar (read Den – pä – sär) is one of many kingdoms in Bali. So, Puri Denpasar means the palace of the king of Denpasar. It was located in the centre of Denpasar City. It was? Yes, because this old Puri was destroyed by Dutsch while they conquer the Kingdom of Denpasar in year 1906. Now in this site has been built as the residential of Governor of Bali in Surapati Street, Denpasar, Bali.

The Puri Denpasar has 171 meters length and 158 meters width. It has a thick wall, about 1,5 meters and 6 meters height. To enter the Puri, there are two dignified gates at west and south side of it. Inside it, the yards are separated by walls.The buildings were built from stones. Many of them have their own verandah. A lot of buildings in this palace and also a beautiful park called Taman Narmada.


Do you want to see and have more information about Puri Denpasar? Click here to enter the entrance gate.

Peta Kelurahan Dauh Puri, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar

Kelurahan Dauh Puri berada di Kota Denpasar dengan luas 59,8 Ha. Batas – batas kelurahan ini, Utara: Desa Dangin Puri Kangin, Timur: Desa Dangin Puri Kelod, Selatan: Desa Dauh Puri Kauh dan Desa Dauh Puri Kelod, Barat: Kelurahan Pemecutan.
Topologi Kelurahan Dauh Puri berupa dataran dataran rendah yang dilalui oleh sungai / tukad Badung pada bagian barat dan memiliki kawasan pemukiman seluas 27,09 Ha, kawasan pekarangan seluas 4,44 Ha, kawasan perkantoran  7,75 Ha dan prasarana umum lainnya seluas 20,52 Ha. Kelurahan Dauh Puri memiliki 8 lingkungan yakni Lingkungan Pekambingan, Lingkungan Catur Panca, Lingkungan Pelita Sari, Lingkungan Kartika, Lingkungan Chandra, Lingkungan Wirasatya, Lingkungan Kirana, dan Lingkungan Eka Paksi.


Berikut ini adalah  beberapa link Peta Kelurahan Dauh Puri yang dapat diakses melalui internet:

Peta Original http://www.flickr.com/photos/sapteka/6111212316/

Peta untuk cetak di kertas A4 http://farm7.static.flickr.com/6183/6111212316_11b75d41cc_b.jpg

Semoga bermanfaat.

Mars Karang Taruna dan Dokumentasi Karang Taruna Satya Mahardika Kelurahan Dauh Puri Denpasar

Saat teman-teman di karang taruna memerlukan lagu mars karang taruna, saya berusaha mencari lewat search engine google. Kebanyakan yang diunggah di internet adalah mars karang taruna dalam instrument.  Lalu terpikir oleh saya untuk memuat video mars karang taruna yang dilengkapi dengan teks  sehingga dapat membantu anggota arang taruna untuk melantunkan lagu wajib untuk karang taruna ini. Pembuatan video mars karang taruna ini memerlukan waktu selama 2 hari untuk memadukan gambar hasil dokumentasi humas Karang Taruna Satya Mahardika, Kelurahan Dauh Puri Denpasar dengan lagu mars karang taruna. Beberapa software yang digunakan antara lain Windows Movie Maker, Audacity, Lame for Audacity dan Clone2Go Video Conventer. Silakan akses video dengan format WMV di http://www.youtube.com/watch?v=ROWzim9KaMA sebesar 7,22 MB atau akses video dengan format 3gp di http://www.youtube.com/watch?v=AodFulGLdFo sebesar 3,23 MB.

Lagu Mars Karang Taruna ciptaan Gunadi Said untuk pertama kalinya dikumandangkan saat berlangsungnya Musyawarah Kerja Karang Taruna ( tahun 1975).  Sebuah lagu yang mampu menggugah semangat para pemuda-pemudi indonesia untuk menjadi pejuang yang berkepribadian, berpengetahuan dan terampil, sesuai dengan arti motto Aditya Karya Mahatva Yodha. Salut kepada Bapak Gunadi Said atas lagu mars ini.

Bank Sampah di Kampung Petiles, Banjar Catur Panca, Kelurahan Dauh Puri Denpasar

Kampung Petiles di Kelurahan Dauh Puri Denpasar menyiapkan suatu lokasi bank sampah untuk menampung sampah berupa kertas, karton, serta sampah organik. Acara launching bank sampah ini dihadiri oleh Walikota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, SE., MSi., bersama Sekretaris Kota dan pimpinan SKPD se-Kota Denpasar pada tanggal 25 Februari 2011. Bank sampah ini dikelola oleh I Gede Arya Wardana, alamat jalan Pulau Buru No. 24D, Banjar Catur Panca. Adapun kegiatan dalam area Bank Sampah ini terdapat pembuatan / pengolahan sampah jadi gas metana untuk kompor, pengolahan sampah jadi kompos (composting) serta pembuatan lobang resapan Biopori untuk menghilangkan genangan air/banjir serta konservasi air tanah. Pada saat launching juga disampaikan cara pengolahan sampah untuk menghasilkan gas metana dengan menggunakan beberapa drum yang telah diisi sampah organik rumah tangga. Bank Sampah Kampung Petiles dibangun untuk belajar dan berinvestasi dalam mengelola sampah berbasis masyarakat menuju Kelurahan Dauh Puri yang bersih dan hijau berwawasan budaya. Kegiatan ini didukung oleh Karang Taruna Satya Mahardika Kelurahan Dauh Puri, Kota Denpasar

The Petiles neighborhood of  Dauh Puri in Denpasar City prepared a waste bank location to accommodate the waste in the form of waste paper, cardboard, and organic waste. Waste bank launching event was attended by The Mayor of the City of Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, SE., MSi., together with the Secretary of the City and the officers of SKPD of  Denpasar on February 25, 2011. The waste bank is managed by I Gede Arya Wardana, located on Jalan Pulau Buru No. 24D, Local Community of Catur Panca. The activities in the area of ​​waste bank have manufacturing / processing of waste to produce methane gas for the stove, waste composting and making of holes infiltration Biopori to eliminate stagnant water / flood and to improve ground water conservation. It is also presented the waste processing technique to produce methane gas by using several drums filled with household organic waste. The waste bank of Petiles neighborhood built to learn and invest in community-based waste management towards clean Dauh Puri Village and green oriented culture. This activity is supported by Karang Taruna Satya Mahardika, Dauh Puri Village, Denpasar.

 

 

 

Upacara Ngaben Massal di Kelurahan Dauh Puri Denpasar

Upacara Ngaben Massal

Kelurahan Dauh Puri, Kecamatan Denpasar Barat pada bulan Desember 2009 melaksanakan upacara Ngaben Massal. Menurut Lurah Dauh Puri, Ida Bagus Ketut Atmaja, upacara ini dilaksanakan karena ada keluarga tidak mampu melaksanakan upacara ngaben secara individual. Karena itu warga Kelurahan Dauh Puri dari 13 sanggah merajan melaksanakan upacara ngaben massal. Kegiatan keagaaman ini diikuti oleh 2311 KK dari 8 lingkungan di Kelurahan dauh Puri, yakni : Lingkungan Pekambingan, Catur Panca, Pelita Sari, Eka Paksi, Kirana, Candra, Wirasatya dan Kartika. Selain dapat meminimkan biaya, upacara ngaben massal ini dapat mempererat rasa kekeluargaan. Untuk membantu kegiatan itu, pihaknya mendapat dukungan dana dari operator seluler PT Telkomsel.