Loteng Pesanggrahan

This post is part of  Site Map of Puri Denpasar.


Loteng Pesanggrahan (read lo – téng – pe – säng – gräh – än) positioned at the east of Jeroning Ancak Saji. There was a two-stories building here where the guest who visited Puri Denpasar stay. At that time, two-stories building like Loteng Pesanggrahan was very rare in Denpasar. Beside the building, there was a well supplied a good quality of water and also three stables so the guest could place their horses here. The site map of Loteng Pesanggrahan of Puri Denpasar is shown below.

Jeroning Ancak Saji

This post is part of  Site Map of Puri Denpasar.

Jeroning Ancak Saji (read je – ro – nïng än – cäk sä – jï) was the first yard of the palace. There were 4 units of Bale (read Bä – lé) here, 1 unit of well, and 1 unit of high building at south-west Corner called Panggungan (read päng – gung – än). The Panggungan was equipped with some steps made from stone. The King or Cokorda (read Co – kor- de) usually went to Panggungan in the evening to watch the cockfighting, and the people who pass the road. The position was very strategic because it was located at the corner of the cross road to Kesiman, Sanur, Sesetan and Pamecutan. It’s also near from marketplace. So, at that time, Panggungan was one of many favourite places for Cokorda Denpasar to visit.

The picture below described the layout of Jeroning Ancak Saji. The area was about 46.50 m by 45.50 m.  At north, there was an entrance gate to Taman Narmada. At east, there was an entrance gate (Sawangan Kembar) to Loteng Pesanggrahan.

Site Map of Puri Denpasar in Year 1906

Puri (read pu – rï) means balinese palace where the king and his family lives and rules his kingdom. Denpasar (read Den – pä – sär) is one of many kingdoms in Bali. So, Puri Denpasar means the palace of the king of Denpasar. It was located in the centre of Denpasar City. It was? Yes, because this old Puri was destroyed by Dutsch while they conquer the Kingdom of Denpasar in year 1906. Now in this site has been built as the residential of Governor of Bali in Surapati Street, Denpasar, Bali.

The Puri Denpasar has 171 meters length and 158 meters width. It has a thick wall, about 1,5 meters and 6 meters height. To enter the Puri, there are two dignified gates at west and south side of it. Inside it, the yards are separated by walls.The buildings were built from stones. Many of them have their own verandah. A lot of buildings in this palace and also a beautiful park called Taman Narmada.


Do you want to see and have more information about Puri Denpasar? Click here to enter the entrance gate.

Kunjungan Dosen Teknik Elektro Politeknik Negeri Bali (PNB) ke Nusa Penida

Blog ini merupakan dokumentasi kegiatan kunjungan dosen Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bali ke Nusa Penida yang dilaksanakan pada bulan April 2008. Para dosen yang berjumlah 13 orang dipimpin oleh Bapak Made Sajayasa, Ketua Jurusan Teknik Elektro PNB.  Tujuan kunjungan ini adalah untuk memperoleh pengetahuan tentang energi yang terbarukan di Nusa Penida, khususnya tentang pembangkit listrik angin dan surya.

Kami berangkat dari Kota Denpasar pada pukul 07.00 menuju Pelabuhan Padang Bai melalui Bypass Ida Bagus Mantra. Setelah berkendara selama 90 menit , tibalah kami di Pelabuhan Padang Bai. Berikut ini beberapa foto suasana di Pelabuhan Padang Bai dan saat naik boat Dirga Yusa menuju Nusa Penida.

Pelabuhan Padang Bai

Pelabuhan Padang Bai

Pelabuhan Padang Bai

Pelabuhan Padang Bai

Boat Dirga Yusa

Menunggu Keberangkatan Boat

Menunggu Keberangkatan Boat

Juru Mudi Boat

Juru Mudi Boat

Melintasi Selat Badung

Melintasi Selat Badung

Setelah menempuh perjalanan laut melintasi Selat Badung ini sekitar 45 menit, pelabuhan Nusa Penida mulai tampak. Boat merapat ke dermaga. Selain boat juga terdapat jukung yang berlabuh disini.

Pelabuhan Nusa Penida

Pelabuhan Nusa Penida

Suasana Pelabuhan Nusa Penida

Suasana Pelabuhan Nusa Penida

Jukung di Pelabuhan Nusa Penida

Jukung di Pelabuhan Nusa Penida

Perjalanan dilanjutkan dengan mencharter kendaraan ke Puncak Mundi, Desa Klumpu, tempat dimana pembangkit tenaga surya dan angin berada. Puncak Mundi merupakan tempat tertinggi di Nusa Penida, kurang lebih 500 meter dari permukaan laut. Jalan menuju ke Bukit Mundi berliku-liku dan banyak tanjakan terjal.

Pembangkit listrik tenaga angin terdapat tiga unit yang dibangun PLN berkekuatan masing-masing 85 kilowatt (KW) dan empat unit lainnya berkekuatan 80 KW. Pembangkit ini menggunakan rotor berdiameter 18 meter dengan 2 unit blade yang ditempatkan pada suatu tower dengan ketingggian 31 meter.  Kecepatan putaran rotor berkisar antara 30 – 120 rpm. Kecepatan angin nominal sebesar 12,5 meter/detik. Pembangkit akan cut-in pada kecepatan angin 3 meter/detik dan cut-off pada kecepatan angin 25 meter/detik. Pembangkit dapat bertahan hingga kecepatan angin 50 meter/detik.

Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Memasuki Gardu Pembangkit Tenaga Angin

Memasuki Gardu Pembangkit Tenaga Angin

Sistem Kendali PLC

Sistem Kendali PLC

Pembangkit tenaga surya di Puncak Mundi berkapasitas daya 32 KWh yang diinterkoneksikan dengan jaringan PLN. Modul sel surya yang digunakan buatan bp solar model BP3150N yang mampu menghasilkan tegangan DC 34,5 Volt dengan arus 4,35 Ampere. Modul-modul ini dihubungkan ke photovoltaic string inverter sehingga mampu menghasilkan listrik VAC nominal 230 Volt, frekuensi 50/60 Hz, IAC nomimal 27,1 Ampere, Cos phi = 1, dan daya AC nomimal sebesar 5000 W.

Dokumentasi selengkapnya tentang kunjungan ini dapat dilihat pada slideshare dibawah ini.

Untuk mengetahui lokasi Politeknik Negeri Bali, dapat dilihat pada link ini.

Lapangan Upacara – Politeknik Negeri Bali (PNB)

Lab Elektronika; Lab Mikroprosesor & Sistem Kendali – Jurusan Teknik Elektro – Politeknik Negeri Bali (PNB)

Peta Kelurahan Dauh Puri, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar

Kelurahan Dauh Puri berada di Kota Denpasar dengan luas 59,8 Ha. Batas – batas kelurahan ini, Utara: Desa Dangin Puri Kangin, Timur: Desa Dangin Puri Kelod, Selatan: Desa Dauh Puri Kauh dan Desa Dauh Puri Kelod, Barat: Kelurahan Pemecutan.
Topologi Kelurahan Dauh Puri berupa dataran dataran rendah yang dilalui oleh sungai / tukad Badung pada bagian barat dan memiliki kawasan pemukiman seluas 27,09 Ha, kawasan pekarangan seluas 4,44 Ha, kawasan perkantoran  7,75 Ha dan prasarana umum lainnya seluas 20,52 Ha. Kelurahan Dauh Puri memiliki 8 lingkungan yakni Lingkungan Pekambingan, Lingkungan Catur Panca, Lingkungan Pelita Sari, Lingkungan Kartika, Lingkungan Chandra, Lingkungan Wirasatya, Lingkungan Kirana, dan Lingkungan Eka Paksi.


Berikut ini adalah  beberapa link Peta Kelurahan Dauh Puri yang dapat diakses melalui internet:

Peta Original http://www.flickr.com/photos/sapteka/6111212316/

Peta untuk cetak di kertas A4 http://farm7.static.flickr.com/6183/6111212316_11b75d41cc_b.jpg

Semoga bermanfaat.

Mars Karang Taruna dan Dokumentasi Karang Taruna Satya Mahardika Kelurahan Dauh Puri Denpasar

Saat teman-teman di karang taruna memerlukan lagu mars karang taruna, saya berusaha mencari lewat search engine google. Kebanyakan yang diunggah di internet adalah mars karang taruna dalam instrument.  Lalu terpikir oleh saya untuk memuat video mars karang taruna yang dilengkapi dengan teks  sehingga dapat membantu anggota arang taruna untuk melantunkan lagu wajib untuk karang taruna ini. Pembuatan video mars karang taruna ini memerlukan waktu selama 2 hari untuk memadukan gambar hasil dokumentasi humas Karang Taruna Satya Mahardika, Kelurahan Dauh Puri Denpasar dengan lagu mars karang taruna. Beberapa software yang digunakan antara lain Windows Movie Maker, Audacity, Lame for Audacity dan Clone2Go Video Conventer. Silakan akses video dengan format WMV di http://www.youtube.com/watch?v=ROWzim9KaMA sebesar 7,22 MB atau akses video dengan format 3gp di http://www.youtube.com/watch?v=AodFulGLdFo sebesar 3,23 MB.

Lagu Mars Karang Taruna ciptaan Gunadi Said untuk pertama kalinya dikumandangkan saat berlangsungnya Musyawarah Kerja Karang Taruna ( tahun 1975).  Sebuah lagu yang mampu menggugah semangat para pemuda-pemudi indonesia untuk menjadi pejuang yang berkepribadian, berpengetahuan dan terampil, sesuai dengan arti motto Aditya Karya Mahatva Yodha. Salut kepada Bapak Gunadi Said atas lagu mars ini.

Bank Sampah di Kampung Petiles, Banjar Catur Panca, Kelurahan Dauh Puri Denpasar

Kampung Petiles di Kelurahan Dauh Puri Denpasar menyiapkan suatu lokasi bank sampah untuk menampung sampah berupa kertas, karton, serta sampah organik. Acara launching bank sampah ini dihadiri oleh Walikota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, SE., MSi., bersama Sekretaris Kota dan pimpinan SKPD se-Kota Denpasar pada tanggal 25 Februari 2011. Bank sampah ini dikelola oleh I Gede Arya Wardana, alamat jalan Pulau Buru No. 24D, Banjar Catur Panca. Adapun kegiatan dalam area Bank Sampah ini terdapat pembuatan / pengolahan sampah jadi gas metana untuk kompor, pengolahan sampah jadi kompos (composting) serta pembuatan lobang resapan Biopori untuk menghilangkan genangan air/banjir serta konservasi air tanah. Pada saat launching juga disampaikan cara pengolahan sampah untuk menghasilkan gas metana dengan menggunakan beberapa drum yang telah diisi sampah organik rumah tangga. Bank Sampah Kampung Petiles dibangun untuk belajar dan berinvestasi dalam mengelola sampah berbasis masyarakat menuju Kelurahan Dauh Puri yang bersih dan hijau berwawasan budaya. Kegiatan ini didukung oleh Karang Taruna Satya Mahardika Kelurahan Dauh Puri, Kota Denpasar

The Petiles neighborhood of  Dauh Puri in Denpasar City prepared a waste bank location to accommodate the waste in the form of waste paper, cardboard, and organic waste. Waste bank launching event was attended by The Mayor of the City of Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, SE., MSi., together with the Secretary of the City and the officers of SKPD of  Denpasar on February 25, 2011. The waste bank is managed by I Gede Arya Wardana, located on Jalan Pulau Buru No. 24D, Local Community of Catur Panca. The activities in the area of ​​waste bank have manufacturing / processing of waste to produce methane gas for the stove, waste composting and making of holes infiltration Biopori to eliminate stagnant water / flood and to improve ground water conservation. It is also presented the waste processing technique to produce methane gas by using several drums filled with household organic waste. The waste bank of Petiles neighborhood built to learn and invest in community-based waste management towards clean Dauh Puri Village and green oriented culture. This activity is supported by Karang Taruna Satya Mahardika, Dauh Puri Village, Denpasar.